Selasa, 21 Januari 2014

Dionysus dan Para Pengikutnya

Ayah Semele adalah Cadmus, Raja dari Thebes. Dia hidup bahagia dan mewah di istana, bersama dengan saudari-saudarinya Autonoe, Ino, dan Agave. Semakin dewasa, semakin terlihat bahwa mereka tumbuh menjadi sangat cantik. Hidup terasa sempurna bagi para Putri ini, sampai suatu hari Semele jatuh cinta pada orang asing berperawakan tinggi dan tampan

Buta akan cintanya, Semele tidak memedulikan bahwa dia sebenarnya tidak tahu banyak mengenai kekasihnya. Dia pun merahasiakan hal ini dari keluarga dan teman-temannya, dan walaupun saudari-saudarinya menyadari ada yang berbeda dari Semele, namun tak ada yang mencurigainya.

Semele samasekali tidak tahu bahwa kekasihnya sesungguhnya adalah Zeus, yang mengunjunginya dengan berwujud sebagai manusia. Zeus sangat mencintai kecantikan dan keanggunan Semele, namun dia tidak bisa menemuinya dalam wujudnya yang sebenarnya. Jika Zeus melakukannya, maka Semele akan mati, karena tidak ada manusia yang dapat melihat wujud asli para Dewa tanpa terserap oleh kekuatan para Dewa. Namun, setelah beberapa lama menjalin kasih dengan Semele, Zeus akhirnya mengakui identitas aslinya pada Semele. Semele sangat terkejut, namun dia memercayai kekasihnya.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Demeter dan Persephone

Demeter dan Zeus mempunyai seorang anak bernama Persephone. Karena kedua orang tuanya merupakan dua dewa Olympian, maka tidak mengejutkan ketika dia tumbuh dewasa, dia menjadi seorang yang sangat cantik. Ibunya mencintai anaknya diatas apapun di dunia dan sangat takut jika harus berpisah dengannya.

Ketika remaja, kecantikan Persephone menarik perhatian Hades, dewa dari Dunia Bawah (Underworld). Hades pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia lalu berketetapan untuk tidak menikahi siapapun selain Persephone. Maka dia pun mendatangi Zeus yang merupakan saudaranya dan juga ayah dari Persephone. Dia berkata, “Saudaraku, aku jatuh cinta kepada putrimu, Persephone. Ijinkanlah aku untuk menikahinya. Aku akan menjadikannya ratu dari kerajaanku di Underworld.”

Zeus berpikir bahwa Hades akan menjadi seorang suami yang baik bagi Persephone. Hades merupakan dewa yang kuat dan adil. Walau begitu, Zeus tahu bahwa Demeter tidak akan pernah mengijinkan putrinya menikahi Hades, dan hidup jauh di Underworld. Jika anaknya menikahi Hades, maka anak dan ibu itu pun akan berpisah.  Zeus juga tahu bahwa Demeter tidak akan pernah mengijinkan putrinya hidup di dunia para orang mati yang suram dan dingin. Walaupun dia adalah raja para dewa, Zeus sangat waspada dengan pengaruh kekuatan Demeter pada apapun yang tumbuh di bumi. Dia tidak ingin membuat marah Demeter.

Minggu, 11 Juli 2010

Pandora: Pembalasan Dendam Zeus

Zeus sangat murka. Prometheus telah menipunya, dan raja para dewa menginginkan pembalasan dendam. Ia juga ingin mengingatkan manusia bahwa mereka tidak akan pernah sekuat para dewa.

Sejauh ini, hanya ada laki-laki dalam populasi manusia. Perempuan masih belum ada, meskipun tentu saja ada dewa perempuan, atau dewi. Memperkenalkan perempuan pada umat manusia merupakan bagian dari rencana balas dendam Zeus. Pertama, Zeus pergi ke bengkel Hefaistos dan memintanya untuk merancang manusia perempuan. Dengan teliti, Zeus menjelaskan bahwa wanita ini haruslah seperti laki-laki di bumi, namun harus juga memiliki perbedaan yang mencolok.

Hefaistos dengan senang hati membantu Zeus, dan dia langsung mulai bekerja. Hefaistos merupakan pandai besi yang sangat berbakat. Apapun yang dia buat selalu indah, begitu pula dengan ciptaan barunya ini. Ketika telah selesai menciptakan makhluk baru itu, dia memperlihatkan karyanya kepada Zeus, yang sangat senang dengan hasilnya. Makhluk baru itu dinamai Pandora. Dia adalah manusia, tapi terlihat jelas dia adalah perempuan. Dia sangat cantik dan tampak bagaikan seorang dewi, dengan rambut panjang tergerai, kulit yang halus sempurna, dan mata indah yang berkilauan. Keanggunannya bagaikan hembusan angin, dan dia memiliki senyuman yang sangat menawan. Zeus berharap kecantikannya akan membuat para manusia lelaki menerima dan mempercayainya.

Senin, 05 Juli 2010

Prometheus dan Makhluk Pertama Bumi

Setelah dunia tercipta dan para dewa telah memenangkan peperangan, daratan yang terhampar dibawah gunung olympus masih belum terisi, walaupun Gaia, dewi pertama, telah lama ingin menciptakan makhluk hidup untuk menempati bumi. Akhirnya, Zeus memutuskan bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk menciptakan makhluk hidup untuk menempati bumi karena pada saat itu tidak ada monster di bumi, dan bumi sedang berada dalam kedamaian.

Zeus pun mulai menciptakan makhluk hidup untuk menempati dunianya yang indah. Tetapi, ketika dia baru saja akan memulai, dia dipanggil untuk meyelesaikan masalah diantara saudara-saudaranya, para Olympian. Maka dia memerintahkan Prometheus dan Epimetheus, Titan yang telah berperang bersama dengan para Olympian, untuk melanjutkan proyek penciptaan penghuni pertama bumi.

Walaupun kedua bersaudara itu adalah Titan, tetapi mereka telah bertarung di sisi para olympian pada saat perang melawan Cronus dan para Titan, karena Prometheus dapat melihat masa depan, dan dia dapat melihat bahwa para Olympian lah yang akan memenangkan peperangan. Prometheus merupakan yang paling bijaksana diantara kedua bersaudara itu, dan dia selalu memiliki rencana ke depan. Sedangkan Epimetheus tidak pernah memikirkan konsekuensi dari setiap perbuatannya sampai dia telah melakukan perbuatannya.

Jumat, 28 Mei 2010

Titanomakhia: Perang Antara Para Titan dan Olympian

Setelah kematian Uranus, dunia pun sekali lagi kembali dalam kedamaian. Cronus, raja para Titan, dan Rhea, yang merupakan saudara perempuannya juga istrinya, mengatur segalanya dengan baik. Malangnya, kutukan ayahnya, Uranus, selalu menghantui Chronus siang dan malam. Apakah mungkin bahwa suatu hari nanti dia pun akan memiliki anak yang menjatuhkannya?

Suatu hari, Rhea mengumumkan bahwa dalam waktu dekat dia akan melahirkan seorang bayi, tetapi suaminya tidak senang mendengarnya. Cronus sangat takut sejarah akan terulang kembali, yang mana faktanya, bahwa da sendirilah yang nantinya akan mengulangi sejarah itu sendiri. Seperti ayahnya dahulu, Cronus berpikir bahwa jika dia bisa menghalangi anak-anaknya tumbuh besar, maka tidak akan ada anaknya yang cukup kuat untuk menjatuhkannya. Maka, ketika Rhea melahirkan anak pertamanya, Cronus dengan segera merenggut dan menelan utuh anaknya. Rhea merasa ketakutan dan juga bersedih karena kehilangan anak pertamanya. Dengan cara yang sama, Cronus menelan 4 anak selanjutnya yang dilahirkan oleh Rhea, dan Rhea pun bersumpah untuk mendapatkan anak-anaknya kembali bagaimanapun caranya.